Langsung ke konten utama

Berhenti

Larut malam, disalah satu kolom chat whatsapp....

"makin lama dia makin aneh, gue ga ngerti lagi" ucapku
"kenapa? ditinggal nugas? ga dibales tapi liat ig story? dibales singkat? atau ga dibales tapi udah centang biru dua?"
"ga dibales. last seen sih harusnya udah baca"
"di Bandung susah sinyal kali"
"oh okei"

"gausah diterusin kalau gini-gini aja...." belum selesai ia terus mengetik
"...gue sih gatau ya, mau dia apa. udah jelas juga tiap hari ngabarin tapi gitu-gitu aja, udahin aja." sambungnya

"tapi, gimana... udah gabisa jauh"
"lo udah jauh sebenernya, dia di kota sana lu disini. lo minta ketemu aja dia ga bisa"
"dia banyak tugas, gabisa pulang. gue ngerti"
"trus pas pulang ga ngabarin lo juga ngerti?"
"sialnya pas dia pulang gue selalu marahan"
"itu sih bisa bisaan dia aja, dia aja yang gamau ketemu sama lo, udah lepasin aja. lo juga capek kan?"
"engga kok, gue ngerti"
"ngerti apaan? tiap hari dikabarin tapi tetep aja marahan, nugas terus tapi lo ga diurus"
"ngaco deh lo, yaitu mah emang tugas dia nugas, gue ngerti"
"ngerti apaan? minta telepon ga di telpon-telpon?"
"itu dia ketiduran, gue ngerti"
"ngerti apaan? besoknya ngambek marahan trus gitu gitu lagi"
"gue ngerti gue harus diem aja itumah"
"itu artinya lo ga ngerti, dia gamau ada lu"

oh. gue ngerti. gue harus berhenti.


quin-n

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A letter for... A

I dont care where he is, who he is dating with, drinking with, holding hands with, hugging with, i couldnt care less who he is into, I feel jealous a lot, but more to like why i cant be near him to just see him, I care about how he is. Just how he is. How he feels, how his day goes by, how is his dream catching progressed, is he healthy, mentally safe and warm. I am fine.

Celoteh HP

Maaf tidak ada pesan Maaf tidak ada whatsapp Maaf tidak ada telepon Jika saja benda berlayar ini bisa bicara, ia akan meneriaki saya. Jika saja benda penuh getar ini bisa bicara, ia akan memaki saya. Jika saja benda yang sering digenggam ini bisa bicara, ia akan muak dengan ibu jari saya. "Pergi, cari kesibukan. Dia tidak mengirimmu pesan, entah whatsapp, atau telepon dimalam ini, matikan saja aku, Nona." "Sudah, tidak usah membuka kolom chatmu. Dia sudah tidak ada lagi disitu, balasan darimu hanya berakhir dengan tanda R." "Kamu tidak salah, jika hanya ceklis dua. Mungkin dia memang sibuk, atau sudah dibaca sekilas tanpa membuka ruang chat." "Tidak, dia masih ada. Entah di lini masamu atau memperhatikanmu di instagram story, atau bahkan tidak sengaja menyukai postmu." "Biarkan, entah dia yang perlu ruang atau kamu yang ternyata-sangat-butuh-dia saat ini." "Tidur, dia tidak akan mengirimu pesan malam ini." ...

Main Ke Java Jazz Festival

Jadi, guys. Lho kaya udah nyampein aja deww. Ok ok jadi, guys. Saya dapat kesempatan buat nonton Java Jazz Festival 2017 di Jiexpo Kemayoran. I am so exciteeed, OMG finally. Dapet invitation dari BNI buat datang dan menghadiri Java Jazz Festival daily pass day 2. Iya, temen-temen saya udah nebak dan pasti tebakannya bener. "Ah pasti dewi mah menang kuis lagi" Alias emang bener dong dan seneng banget. Saya udah 2 kali daftar volunteer JJF, dan ga lolos ehehe but dikasih daily pass aku yo sueneng rek! "dew kado ulangtahun tuh" iya dooong "dew kesana sama siapa?" jadi karena dapet invitationnya satu doang akhirnya berangkat sendiri. Karena kadang cukup diri sendiri yang bisa bikin bahagia. Halah, padahal ngeles. Sampai di the day, dari yang awalnya buta karena belum ke Jiexpo sama sekali. Literally nekat, "bukan dewi kalo ga nekat pergi sendiri" all my friends said. Itu omongan kaya saya jomblo banget ya sendiri terus. Padahal mah iya...