Langsung ke konten utama

H2H

"you don't own me
i'm not just one of your many toys
you don't own me
don't say I can't go with other boys"
You Dont Own Me - Grace

Lagu mengalun panjang mengikuti lamunan pergi
Perlahan mencoba untuk mengingat

"Yaudah habis sholat jumat ya"
"Iya, ntar dikabarin tempatnya"
"Pais bos"
"Siap bosqu"

Tiba disalah satu studio bisokop.
Hening sepanjang film diputar, sampai akhir hanya hening. Tidak ada yang berbicara, ataupun memulai.
Sampai diujung film
"Ihh kok curang sih udah tau lagunya"
"Iyadong, dengerin radio makanya"

"all my friends are heathens. take it slow
wait for them to ask you who you know
please don't make any sudden moves
you don't know the half of the abuse"
Heathens - Twenty One Pilots

"Laper nih, makan ga?"
"Wah boleh"
"Deket sini ada tempat mie ayam enak"
"Masa sih...."

"Duduk sana, gue yang pesen"
"Daun bawang yang banyak"
"Minum apa?"
"Samain aja"

"Sooooo, gimana first impresion ketemu gue"
"Ntar gue lagi makan, wait a minute"
"Ih apaansi mie ayam kok dicampur kecap"
"Suka suka gue"
"Ketus amat sih"
"Lo asik sih, baru pertama ketemu padahal tapi udah rame"
"hahaha rame apaansi daritadi gue diem"
"anjir diem aja rame apalagi heboh"
"shut up"
"sori ya tadi gue diem aja canggung soalnya"
"lemesin aja bosqu"

"oh, oh, I'm falling, so I'm taking my time on my ride
oh, I'm falling, so I'm taking my time on my ride
taking my time on my ride"
Ride - Twenty One Pilots

"eh harley quinn enak ya"
"gila lo ya, stress gitu dibilang enak"
"abis joker cinta banget sama doi"
"kalo ga cinta mah ga dibuat gila"
"headshot tuh lemah ya, nembak quinn aja ga bisa"
"eh bukan gitu kurang tepat aja kali"
"iii ko marah kan lo bukan headshot"
"lo juga bukan quinn kan"
"yauda si, ini gue dianterin pulang ga sih"
"pulang sendiri sana"
---
"udah naik buruan"

Satu topik diganti topik lain, ga habis-habis alias cepet banget kaya cuma semenit.
Two strangers meeting again. Thats it.
Ngalir, kaya sungai.
Tiap ketemu jalan selalu ada yang harus dilewati, lewat jalan lagi, ketemu lagi. Banyak banget ya jalannya.
Sampai kadang permasalahan yang muncul dan katanya jadi misteri sampai sekarang adalah..
 "Kita dulu kenal dari mana sih?"


Salam,


Harley Quinn yang suka teh tawar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A letter for... A

I dont care where he is, who he is dating with, drinking with, holding hands with, hugging with, i couldnt care less who he is into, I feel jealous a lot, but more to like why i cant be near him to just see him, I care about how he is. Just how he is. How he feels, how his day goes by, how is his dream catching progressed, is he healthy, mentally safe and warm. I am fine.

Celoteh HP

Maaf tidak ada pesan Maaf tidak ada whatsapp Maaf tidak ada telepon Jika saja benda berlayar ini bisa bicara, ia akan meneriaki saya. Jika saja benda penuh getar ini bisa bicara, ia akan memaki saya. Jika saja benda yang sering digenggam ini bisa bicara, ia akan muak dengan ibu jari saya. "Pergi, cari kesibukan. Dia tidak mengirimmu pesan, entah whatsapp, atau telepon dimalam ini, matikan saja aku, Nona." "Sudah, tidak usah membuka kolom chatmu. Dia sudah tidak ada lagi disitu, balasan darimu hanya berakhir dengan tanda R." "Kamu tidak salah, jika hanya ceklis dua. Mungkin dia memang sibuk, atau sudah dibaca sekilas tanpa membuka ruang chat." "Tidak, dia masih ada. Entah di lini masamu atau memperhatikanmu di instagram story, atau bahkan tidak sengaja menyukai postmu." "Biarkan, entah dia yang perlu ruang atau kamu yang ternyata-sangat-butuh-dia saat ini." "Tidur, dia tidak akan mengirimu pesan malam ini." ...

Seharusnya

Seharusnya saya tidak menulis tentang kamu lagi, walau kenyataanya kamu penuh imaji yang ingin saya tuangkan lewat tulisan terus-menerus. Layaknya candu, saya ketagihan. Seharusnya juga saya tidak mementingkan kamu lagi pun saya tidak amat penting jua untukmu. Seharusnya juga saya tidak menunggu pesan singkat darimu lagi, yang nyatanya secepat mungkin saya membalas, selama itu pula kamu membalas. Seharusnya juga saya menahan diri untuk tidak (terlalu) senang, saat kamu bilang ingin menelpon tapi ternyata tidak. Seharusnya saya tahu diri. Seharusnya saya tidak dititik ini, sendirian. Seharusnya pula saya pergi. "Lebih baik saya kehilangan kamu, daripada saya kehilangan diri saya sendiri." Begitu. Seandainya kamu baca tulisan ini seperti sebelum-sebelumnya tolong jangan bertanya tulisan ini untuk siapa, kamu hanya cukup tau semua yang saya tulis ini untukmu. Saya pamit. Salam, quin-n