Langsung ke konten utama

Terlambat Satu Hari

Sebentar, saya bingung mulai darimana. 

Sebentar, saya coba ingat-ingat dahulu. 

Otak memang gudang segala memori, saya coba pilah sebentar. 
Tentangmu yang tak pernah berbicara banyak. 
Tentangmu dengan segala ambisi dan mimpi-mimpi besar.
Tentangmu dan harum boneka cokelat. 

Kemarin kawan saya tak sengaja menyinggung kamu dipercakapan kami,
"ya gitu, kemarin ga jadi main. ga ada kabar" ucap kawan saya. 
"trus ga jadi nonton?" saya membalas. 
"aku sih engga, tapi dia mah sendiri juga jadi"
"hahaha, tetep ya ga berubah"

Ha ha ha, ga berubah? 
Seperti saya mengenal kamu, nyatanya tidak. Saya sudah tidak tau kebiasaanmu lagi, kabarmu, kegiatanmu di kampus, kawanmu disana, atau kepulanganmu tiap libur semester.

Saya tetap tidak berani bertanya atau sekedar berkirim salam lewat temanmu. 
Saya cuma berani mendoakan, jauh dari tempat kamu saat ini. 

Saya sudah kehabisan kata, pun tidak berhak tentang apapun soal kamu. Maka, berbahagialah, panjang umur, sehat selalu. 
Untukmu dan saya. 
Oh tidak, untukmu saja. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pintar Bersama : MAKALAH DALIL RANTAI ATAU ATURAN RANTAI DALAM TURUNAN

MAKALAH DALIL RANTAI ATAU ATURAN RANTAI DALAM TURUNAN Disusun oleh: Dewi Martiwi Radiyanti (1522390141) Dosen Pembimbing: Ruruh Wuryani, S.Si, MM STMIK RAHARJA KOTA TANGERANG Jl. Jendral Sudirman No. 40 Modern-Tangerang, Banten 15117 Telepon : 021-552-9692, 021-552-9586 KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang   Dalil Rantai atau Aturan Rantai dalam Turunan ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Ruruh Wuryani S.Si MM, selaku Dosen mata kuliah Kalkulus yang telah memberikan tugas ini kepada saya.        Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan tentang Dalil Rantai dalam Turunan. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh ...

Cinta Pertama

Surat ini saya persembahkan untuk cinta pertama saya yang tidak akan pernah cukup untuk saya ucapkan terimakasih. Maka, terimakasih. Terimakasih. Terimakasih atas dekapan pertama saat saya lahir. Terimakasih atas senyuman bahagia serta candaan pun cubitan khas dikanan pipi. Terimakasih atas tangan yang selalu ada saat saya belajar jalan. Terimakasih atas hal-hal baru disetiap harinya. Terimakasih sudah memberi apa-apa yang saya butuh pun yang saya ingin. Terimakasih untuk teguran yang saya tau dipenuhi rasa sayang didalamnya. Saya tau itu. Saya mulai nakal. Terimakasih untuk punggung yang selalu ada untuk usek-usek hidung saya. Terimakasih untuk selalu mengingatkan saya bahwa saya perempuan yang paling kuat di dunia sekaligus anak perempuan (yang-selalu-kau-anggap) kecil satu-satunya dan paling manja di rumah. Terimakasih untuk sepasang telinga yang selalu siap-sedia-ada untuk saya. Terimakasih untuk "gapapa teh, tapi jangan diulangin lagi ya." Terimakasih untuk...