Langsung ke konten utama

Main Ke Kantor GO-JEK!

HAE!

Jadi, kemarin gue dapat kesempatan buat dateng ke salah satu tempat yang paling pingin gue datengin.

Berkat #StudentVisit studentjob.co.id akhirnya gue bisa main ke kantor GO-JEK! yeay!

Nih kantor emang bener-bener keren. Letaknya aja di Mall. Iya kalian ga salah baca, di Mall, tepatnya di Pasar Raya Blok M.

Ke Pasar Raya Blok M, cukup naik CL, because commuter line is lyfe. Start dari St. Tangerang, transit St. Duri, naik arah Bogor turun St. Tanah Abang, pindah haluan ke arah Serpong turun di St. Kebayoran, trus lanjut ngegojek deh.

Sampai di Venue, naiklah ke lt. 6 dimana kantor GO-JEK berada. Baru masuk lobby kantornya aja nih ya udah disambut mural yang ciamik dan ke-ki-ni-an banget.
Lobby, kantor GO-JEK! 


Dari situ, kami--gue dan para peserta #StudentVisitGojek diajak ke lantai 7, masuk ke GO-LEARN, tempat khusus buat acara ataupun meeting berjamaah (ngebayangin).


GO-LEARN, macam bioskop ya


Acara ini dibagi 2 sesi, yang pertama dari Kak Natalia dari Public and Culture dan Kak Kautsar dari HR. 
Akhirnya jadi sedikit khatam tentang seluk beluk GO-JEK! dan yang paling penting informasi tentang prosedur recruitmentnya.

Masuk sesi yang paling ditunggu-tunggu. Yakni, Office Tour!
Sehabis coffee break kita dibagi kelompok per 20 orang buat Office Tour muter-muter kantor GO-JEK! 
Dan....... Damn. Kantornya keren parah. Engga, ini beneran kok keren banget. Tiap tempat, it start from word GO, misalnya nih ya GO-CAFE, GO-GYM, GO-CHILL, GO-PLAY, sampai ada Sleeping Roomnya juga. Kamar mandi juga, pas gue ke toilet langsung bengong ada shower dong. 
GO-CHILL, bisa goleran sambil kerja


Lucu banget ini, kalo butuh kerja sendiri dan ga mau diganggu bisa masuk ke dalam sini


Jadi menurut mba Mina, selaku GO-ACADEMY semua fasilitas dikantor emang disesuikan sama GO-TROOPS a.k.a orang-orang yang kerja disini rata-rata emang anak millenials semua. Sampai nih katanya tiap ruangan ada PS 4. HUFT! MAU! 

Puas jalan-jalan eh gapuas karena kurang lama, masih ga percaya ada kantor kaya gitu. Yang tiap boring tinggal main ke GO-PLAY atau mau pindah suasana tinggal ke GO-CAFE, atau tiba-tiba suntuk ga nemu ide ngantuk bisa boboan dulu ke Sleeping Room. 

Kesempatan emas banget bisa main ke kantor ini. Makasih banget buat studentjob.co.id dan GO-JEK!  buat kemarin. Haru banget. Seneng banget. 


Foto dulu sebelum bubar



Temen baru lagi, Ka Lina

Dear Nadiem, Please Hire Me! 

Regrads, 

Dewi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A letter for... A

I dont care where he is, who he is dating with, drinking with, holding hands with, hugging with, i couldnt care less who he is into, I feel jealous a lot, but more to like why i cant be near him to just see him, I care about how he is. Just how he is. How he feels, how his day goes by, how is his dream catching progressed, is he healthy, mentally safe and warm. I am fine.

Celoteh HP

Maaf tidak ada pesan Maaf tidak ada whatsapp Maaf tidak ada telepon Jika saja benda berlayar ini bisa bicara, ia akan meneriaki saya. Jika saja benda penuh getar ini bisa bicara, ia akan memaki saya. Jika saja benda yang sering digenggam ini bisa bicara, ia akan muak dengan ibu jari saya. "Pergi, cari kesibukan. Dia tidak mengirimmu pesan, entah whatsapp, atau telepon dimalam ini, matikan saja aku, Nona." "Sudah, tidak usah membuka kolom chatmu. Dia sudah tidak ada lagi disitu, balasan darimu hanya berakhir dengan tanda R." "Kamu tidak salah, jika hanya ceklis dua. Mungkin dia memang sibuk, atau sudah dibaca sekilas tanpa membuka ruang chat." "Tidak, dia masih ada. Entah di lini masamu atau memperhatikanmu di instagram story, atau bahkan tidak sengaja menyukai postmu." "Biarkan, entah dia yang perlu ruang atau kamu yang ternyata-sangat-butuh-dia saat ini." "Tidur, dia tidak akan mengirimu pesan malam ini." ...

Seharusnya

Seharusnya saya tidak menulis tentang kamu lagi, walau kenyataanya kamu penuh imaji yang ingin saya tuangkan lewat tulisan terus-menerus. Layaknya candu, saya ketagihan. Seharusnya juga saya tidak mementingkan kamu lagi pun saya tidak amat penting jua untukmu. Seharusnya juga saya tidak menunggu pesan singkat darimu lagi, yang nyatanya secepat mungkin saya membalas, selama itu pula kamu membalas. Seharusnya juga saya menahan diri untuk tidak (terlalu) senang, saat kamu bilang ingin menelpon tapi ternyata tidak. Seharusnya saya tahu diri. Seharusnya saya tidak dititik ini, sendirian. Seharusnya pula saya pergi. "Lebih baik saya kehilangan kamu, daripada saya kehilangan diri saya sendiri." Begitu. Seandainya kamu baca tulisan ini seperti sebelum-sebelumnya tolong jangan bertanya tulisan ini untuk siapa, kamu hanya cukup tau semua yang saya tulis ini untukmu. Saya pamit. Salam, quin-n