Langsung ke konten utama

Pukul 1

Jam 1 pagi dan saya menulis ini,
Ngaco.
Jam 1 pagi dan saya menulis ini untuk kamu,
Makin ngaco.

Sudah lama terhitung kita tidak lagi bersama.
Halah, geli bacanya.
Sudah lama sejak kamu pergi.
Geli juga.

Saya disini, menulis ini cuma karena tadi lagu favorit kamu diputer di radio.
Trus saya inget kamu.
Enggak, ga kangen. Tenang aja.

Saya cuma inget langkah kaki, dan tatap dari pintu kelasmu diatas dan kelas saya disebrang bawah.
Saya cuma inget keras kepalanya kamu, dan jadwal bimbel kamu.
Saya cuma inget film dijam pertama bioskop beserta boneka beruang.
Udah itu ajasih, sama ritual jam dua belas lewat lima dan lagu-lagu favorit kamu yang kebetulan aja saya jadi suka.

Oh iya..
Rupanya, kota saya membuat kamu babak belur ya.
Kamu kurusan, emang tugas anak teknik tuh banyak banget ya?
Kalo hitam gapapa disana emang panas banget, emang sering ngecek kapal atau main laut sih? Tapi ga keliatan kok. Eh dikit ding.
Janggutmu, baru liat sih. It looks good, itu yang kamu mau dari dulu kan?

Enggak, bukan hasil kepo ataupun cari tau.
Ngescroll instagram eh ada postingan temen saya lagi bukber eh ada kamu. Ya temen kamu juga sih. Gitu. Maaf.

Saya tau kamu baik-baik aja udah seneng, apalagi kalo liat langsung ya. Eh nga, maaf lagi.
Maaf mulu kaya lebaran, padahal udah lewat.

Dulu katamu kalo kangen tinggal bilang aja ya, eh sekarang ga bisa dong kan udah ga punya kontak.
Engga, saya ga lagi kangen kok.
Kan saya bilang saya nulis ini cuma karena lagu favorit kamu keputer di radio.

Saya ga pernah nulis tentang kamu disini, eh sekali deh pernah. Sama ini dua kali. Cukup. Seringnya kan di twitter, dulu tapi ya sekarang nga lagi hahaha

Kalaupun kamu baca ini, saya yakin sih engga karena ya pastilah ga akan dan kalaupun iya yang kemungkinannya kecil sekali.
Saya minta maaf udah berani-beraninya nulis ini.

Surabaya panas, jangan lupa topinya.
Surabaya juga bisa dingin, dipakai jaketnya.

Salam,


kadew

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pintar Bersama : MAKALAH DALIL RANTAI ATAU ATURAN RANTAI DALAM TURUNAN

MAKALAH DALIL RANTAI ATAU ATURAN RANTAI DALAM TURUNAN Disusun oleh: Dewi Martiwi Radiyanti (1522390141) Dosen Pembimbing: Ruruh Wuryani, S.Si, MM STMIK RAHARJA KOTA TANGERANG Jl. Jendral Sudirman No. 40 Modern-Tangerang, Banten 15117 Telepon : 021-552-9692, 021-552-9586 KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang   Dalil Rantai atau Aturan Rantai dalam Turunan ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Ruruh Wuryani S.Si MM, selaku Dosen mata kuliah Kalkulus yang telah memberikan tugas ini kepada saya.        Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan tentang Dalil Rantai dalam Turunan. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh ...

Terlambat Satu Hari

Sebentar, saya bingung mulai darimana.  Sebentar, saya coba ingat-ingat dahulu.  Otak memang gudang segala memori, saya coba pilah sebentar.  Tentangmu yang tak pernah berbicara banyak.  Tentangmu dengan segala ambisi dan mimpi-mimpi besar. Tentangmu dan harum boneka cokelat.  Kemarin kawan saya tak sengaja menyinggung kamu dipercakapan kami, "ya gitu, kemarin ga jadi main. ga ada kabar" ucap kawan saya.  "trus ga jadi nonton?" saya membalas.  "aku sih engga, tapi dia mah sendiri juga jadi" "hahaha, tetep ya ga berubah" Ha ha ha, ga berubah?  Seperti saya mengenal kamu, nyatanya tidak. Saya sudah tidak tau kebiasaanmu lagi, kabarmu, kegiatanmu di kampus, kawanmu disana, atau kepulanganmu tiap libur semester. Saya tetap tidak berani bertanya atau sekedar berkirim salam lewat temanmu.  Saya cuma berani mendoakan, jauh dari tempat kamu saat ini.  Saya sudah kehabisan kata, pun tidak berhak tentang ap...

A letter for... A

I dont care where he is, who he is dating with, drinking with, holding hands with, hugging with, i couldnt care less who he is into, I feel jealous a lot, but more to like why i cant be near him to just see him, I care about how he is. Just how he is. How he feels, how his day goes by, how is his dream catching progressed, is he healthy, mentally safe and warm. I am fine.