Langsung ke konten utama

Untuk Tuan

Dengan segala romansa, dan hal-hal tentang seseorang.

Saya mengunjungi kotamu, Tuan. 
Ini yang pertama; untuk alasan khusus.
Rencana tak ada, hanya tekad dan harap agar berjalan dengan semestinya. 

Tiba di kotamu, saya langkahkan kaki keluar peron dari stasiun besar itu. 
Nasi goreng, mie kocok, mie ayam langsung menghantam saya dan alarm kelaparan bunyi tepat di halaman stasiun. 

Perjalanan baru dimulai. 
Semesta, tolong kejutkan saya. 

Pukul 9 malam. Betul katamu -- kotamu selalu dingin, dengan baju yang cukup tebal untuk menahan angin masuk tubuh saya, saya keluar mencari makan untuk bekal tidur lelap, nasi goreng for the rescue! 

Esok langkah ini lebih jauh dari rumah. 
Ingatan akan lebih kuat untuk merekam apa-apa yang tidak bisa ditangkap kamera. 

Tiba di kotamu ini untuk apa, Tuan? 
Baca judul dengan keras. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A letter for... A

I dont care where he is, who he is dating with, drinking with, holding hands with, hugging with, i couldnt care less who he is into, I feel jealous a lot, but more to like why i cant be near him to just see him, I care about how he is. Just how he is. How he feels, how his day goes by, how is his dream catching progressed, is he healthy, mentally safe and warm. I am fine.

Pintar Bersama : Catatan Kaki dan Daftar Pustaka

Catatan Kaki dan Daftar Pustaka No. PENULIS JUDUL BUKU JUDUL ARTIKEL/SKRIPSI DATA PUBLIKASI 1. Darmadi Darmawan dan Iman Munardi Flight like Tiger Win Like a Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati, halaman 10 Diterbitkan oleh Gramedia pada 2006 di Jakarta 2. Darmadi Darmawan dan Iman Munardi Flight like Tiger Win Like a Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati, halaman 10 Diterbitkan oleh Gramedia pada 2006 di Jakarta 3. Soetjipto Wirosardjono Didikan Jerman, Budaya Jawa Htpp://www.republika.com. Jakarta 4. Darmadi Darmawan dan Iman Munardi Flight like Tiger Win Like a Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati, halaman 10 Diterbitkan oleh Gramedia pada 2006 di Jakarta 5. Sarah Trenholm dan Arthur Jense...

Celoteh HP

Maaf tidak ada pesan Maaf tidak ada whatsapp Maaf tidak ada telepon Jika saja benda berlayar ini bisa bicara, ia akan meneriaki saya. Jika saja benda penuh getar ini bisa bicara, ia akan memaki saya. Jika saja benda yang sering digenggam ini bisa bicara, ia akan muak dengan ibu jari saya. "Pergi, cari kesibukan. Dia tidak mengirimmu pesan, entah whatsapp, atau telepon dimalam ini, matikan saja aku, Nona." "Sudah, tidak usah membuka kolom chatmu. Dia sudah tidak ada lagi disitu, balasan darimu hanya berakhir dengan tanda R." "Kamu tidak salah, jika hanya ceklis dua. Mungkin dia memang sibuk, atau sudah dibaca sekilas tanpa membuka ruang chat." "Tidak, dia masih ada. Entah di lini masamu atau memperhatikanmu di instagram story, atau bahkan tidak sengaja menyukai postmu." "Biarkan, entah dia yang perlu ruang atau kamu yang ternyata-sangat-butuh-dia saat ini." "Tidur, dia tidak akan mengirimu pesan malam ini." ...